Utama

Industri Hotel Ungkap Faktor-Faktor di Balik Lesunya Wisatawan Domestik ke Bali

Industri Hotel Ungkap Faktor-Faktor di Balik Lesunya Wisatawan Domestik ke Bali

Kondisi pariwisata Bali sepanjang 2025 memperlihatkan situasi yang cukup kontras. Di tengah lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang melampaui perkiraan, jumlah wisatawan domestik justru mengalami sedikit penurunan. Situasi ini membuat suasana di sejumlah kawasan wisata Bali terasa tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menjelaskan bahwa performa kunjungan turis asing sebenarnya berada dalam tren yang sangat menggembirakan. 

Ia menyebut, target yang dipatok pemerintah bukan hanya tercapai, tetapi juga terlampaui dengan pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa Bali masih memiliki daya tarik yang kuat di mata wisatawan internasional.

“Pada 2025, kami berhasil melampaui target kunjungan turis internasional. Target awal 6,5 juta orang asing meningkat menjadi 7.050.000 wisatawan yang datang ke Bali hingga akhir tahun. Jika dibandingkan dengan 2024, angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 11%,” ujar I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.

Data pergerakan penumpang dari Imigrasi dan bandara menunjukkan tren wisatawan asing yang stabil sepanjang tahun, dengan puncak kunjungan terjadi menjelang akhir 2025.

“Berdasarkan data Imigrasi dan pergerakan di bandara, jumlah wisatawan internasional yang berkunjung ke Bali sepanjang 2025 mencapai puncaknya pada 31 Desember, dengan total 7.050.000 orang,” ungkap Rai.

Berbeda dengan tren wisatawan asing, kunjungan wisatawan domestik justru mengalami penurunan sekitar 3–5%. Kondisi ini membuat suasana beberapa destinasi di Bali terasa lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya, bahkan sempat memicu narasi viral di media sosial yang menyoroti Bali tampak sepi.

Menurut Rai, penurunan sekitar 3–5% terjadi pada wisatawan domestik. Akibatnya, suasana di Bali tidak seramai tahun-tahun sebelumnya dan tidak menimbulkan kemacetan parah seperti sebelumnya. Fenomena ini sempat diberitakan sebagai “Bali sepi” dan menjadi viral di media sosial.

Ia kemudian menguraikan beberapa faktor yang memengaruhi turunnya kunjungan wisatawan lokal. Salah satunya adalah minimnya hari libur cuti bersama. Selain itu, harga tiket pesawat menuju Bali dinilai kurang kompetitif jika dibandingkan dengan destinasi luar negeri.

“Penurunan wisatawan domestik ini disebabkan pertama, tidak adanya libur cuti bersama. Kedua, harga tiket ke Bali relatif tinggi, sehingga wisatawan membandingkannya dengan tiket ke Singapura, Thailand, atau Vietnam yang lebih terjangkau. Paket perjalanan ke luar negeri juga menawarkan nilai yang lebih menarik,” jelas Rai.

Posting Komentar